Karya: Gita Permata Sari
Mentari pagi bersinar terang,
menitip secercah cahaya nan indah.
Hari dimulai, selalu sama
langkah menapak, penuh harap.
Namun, di balik cahaya yang datang,
tak ada usaha benar-benar dijalankan.
Hanya keluh tentang perjuangan,
padahal lalai merenggut segalanya.
Entah kapan sikap berganti,
entah kapan hati berbenah.
Ataukah hanya menunggu sepi,
hingga nestapa jatuh menimpa.
Hening malam menembus benak,
gelap merangkak, selimuti raga.
Hati terjaga, makin gelisah
takut merayap, sunyi bertanya.
Tentang kepergian yang kian dekat,
bukan kehilangan yang membekas,
melainkan bekal yang masih sesak,
membuat diri dirundung cemas.
Menanti hidayah datang menjemput,
hasrat suci memperbaiki diri.
Namun lagi-lagi berujung bisu
niat terucap, hanya sekadar kata.

Tinggalkan Balasan