BAYANG TAK BERSANDAR

Karya: Meylan Natas’a

Ketika raja cahaya perlahan terjaga,
Menuruni garis langit tanpa suara.
Pikiran dan rasa bersitatap diam,
Menganyam ulang putaran waktu yang telah usang.

Batin kerap mengetuk pintu pagi,
Namun logika memilih jalur yang menjauh.
Jemari mendamba bara di ujung api,
Namun tubuh berselimut angin yang enggan terbakar.

Bukan karena tak ingin menggapai,
Hanya tak ingin menodai
Sesuatu yang terlalu bening…
Untuk disentuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *