SAAT SUNYI BERBUNGA

Karya: Azrine Firjatulah

Dingin…
Ketika aku membuka mata, hanya ada
hamparan bunga tanpa batas.
Sangat sunyi, hanya aku sendiri.
Dimana aku?
Tempat ini tampak hangat, namun hanya dingin yang kurasa.
Embun beku merambat di bawah kulitku.

Sembari menyusuri sekitar,
kutemukan sebuah gerbang.
Aku tak berani mendekatinya.
Hatiku berbisik tempat itu gelap, dingin,
dan akan membuatku melupakan semua
kenangan indah yang selama ini kumiliki.

Aku berlari menjauhi gerbang itu.
Tidak mau. Aku ingin menyimpannya, selamanya.
Kenangan yang menghidupkanku, yang menghangatkan
jiwaku.
Biarkan aku memeluknya, selamanya!

Saat sedang berlari,
tiba-tiba kelopak bunga beterbangan ditiup angin.
Keindahannya menghentikan langkahku,
mengingatkanku akan semua kenangan yang selama ini
menghidupiku.
Mengikuti arah berhembusnya kelopak indah tersebut,
dituntun oleh kupu-kupu yang cantik kembali ke gerbang itu.

Aku salah.
Apa yang ada dibalik gerbang itu tidaklah gelap dan
dingin. Cahayanya menenangkanku.
Ditemani kelopak-kelopak bunga yang dibawa angin,
aku melangkah menyambut kehangatan baru yang dijanjikan.

Palembang, 19 April 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *