PENJARA TAK BERJERUJI

Karya: Dwi Mardiansyah

Dalam gelapnya malam
Dan sunyi menemani gelapnya
Terdiam aku diantara retakan senja
Meratap luka dipelukan asa yang hampir sirna

Derai ombak hadir dengan hiruh piruhnya
Seolah datang membawa cerita pilu
Pasir putih terus mengalir mengikuti alunan ombak
Seperti waktu yang terus berlalu tanpa henti

Dalam bayang bayang harapan yang terpendam
Diantara belenggu merintih kebebasan
Pemandangan lautan luar yang tampak luas
Ada jiwa yang terkunci dipenjara tak berjeruji

Inilah aku
Si sayap besar namun tak memiliki dorongan
Tak pernah bisa berdiri dengan kaki sendiri
Tertatah titih aku mencoba
Selalu patah di genggaman sendiri

Diluar orang berlalu lalang dengan wajah yang palsu
Aku bertindak, melawan, menentang
Namun tak ada yang mendengarkan
Malang…. Aku hanyalah anak yang hilang didunia yang tabu

Diantara kekangan orang tua, aku terkunci
Terhenti langkah ku diambang pintu
Dalam setiap mimpi yang tercipta
Tak pernah bisa menciptakan masa depan sendiri

Aku benci ayah bicara
“kau tak akan bisa!, kau mana mampu!, kau tak sehebat itu!”
Aku benci kalimat ibu
“sudahlah, menyerahlah, apa yang bisa kau banggakan!”

Cinta orang tua kadang membunuh
Namun tanpa cinta mereka aku lemah
Seharusnya mereka bukanlah kekangan yang mengikat
Tetapi pemandu di saat aku ingin terbang lebih jauh

Diantara gelapnya malam, samar samar ku melihat
Muncul secercah cahaya menyinari jalanan yang sempit
Ku genggam erat impian dan harapan
Melangkah perlahan menuju kebebasan yang kucari

Bungin Campang, 14 April 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *