LIHAT DISEKITARMU

Karya: Dini Pauzia

Melangkah di antara bayang–bayang,
Tertunduk asing di tengan riuh semesta.
“Tak ada tempat untukku” bisiknya,
pada senja yang diam-diam tetap menanti.

Di ujung hari yang patah tanpa peluk,
duduk dengan dada yang penuh tapi tak terbuka.
“Aku tak layak dimiliki, tak pantas untuk dimengerti” katanya pada angin,
Yang membawa rindu dari arah tak ia kenali.

Langit selalu sabar menunggu,
agar ia tahu, Ia bukan reruntuh yang di buang waktu.
Melainkan sebuah harapan, yang lupa caranya bersinar,
selalu ada tangan yang ingin menggenggam, tapi ia menjauh takut hangat berubah luka.

Bukan dunia yang menolak, hanya hatinya yang lupa
bahwa cinta kadang hadir dalam diam.
Ia tak sendiri, hanya belum membuka mata
pada kasih yang setia menanti, di ambag jendela jiwanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *