TAK SEBAIK KATANYA

Karya Dini Pauzia

Di balik gerbang yang kupeluk dengan harap,
yang kukira bisa menjadi pelabuhan jiwa.
Justru kudapati gelegar yang tak pernah reda.
Mengoyak sunyi yang coba kupelihara dalam dada.

Tak pernah ada bisik
“apakah jiwamu baik-baik saja? “
hanya perih yang mengalir,
meski malam telah menutup tirai dan langit malam mulai memeluk.

Katanya…
Cukup benih cinta untuk menumbuhkan atap,
cukup peluk yang menyala dan senyum yang tak berpura.
Cukup hati yang rela menampung tangis tanpa tanya.

Namun nyatanya…
Tak ada hangat yang menetap tanpa lembar-lembar ilusi dan tembok bercat megah.
Rumah hanya tampak indah bila mata luar memujanya,
meski didalamnya jiwa-jiwa saling retak, dalam senyap yang tak pernah selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *