Karya: Margareta Caroline
Ayah……
Aku tak meminta istana atau tahta,
Hanya sepetak kasih di sudut jiwa.
Sedikit perhatian yang jatuh seperti embun,
Sedikit waktu hangat yang tak lekang oleh musim.
Aku tumbuh bukan di bawah teduh bayangmu,
Aku belajar berdiri di hujan rindu.
Langkahku kokoh bukan sebab genggaman tangan,
Tapi karena sepi yang membentuk keberanian.
Ayah,
Sungguh aku tak pernah marah,
Hanya sekadar bertanya pada sunyi yang ramah.
Pernahkah aku benar-benar jadi anakmu,
Atau sekadar nama di doa yang tak pernah penuh?
Langit malam menjadi saksi,
Aku mencari jejakmu di tiap bintang yang sunyi.
Namun bintang pun diam,
Seperti hatimu yang tak pernah pulang.
Semoga suatu hari nanti kau mengerti,
Rindu pada sosok yang tak pernah hadir di sini.
Rindu yang tumbuh di dunia yang sama,
Namun terpisah sejauh garis cakrawala.
Dan jika kelak kau kembali, Ayah,
Temukan aku di sisa sepi yang pernah kau tinggal.
Bukan untuk menuntut, bukan untuk menyalahkan,
Hanya untuk berkata lirih:
“Ayah… aku masih di sini,
Masih menunggu kau pulang.”

Tinggalkan Balasan