PETAK UMPET

Karya: Paraswati

“SATU… DUA… TIGA!”
Kututup tirai itu rapat-rapat
Tak ada yang boleh menemukanku
Mereka takkan bisa mencariku

Aku ingin bersembunyi ke tempat yang lebih jauh
Tapi pundakku tidak mampu menahan beban lagi

“DELAPAN… SEMBILAN… SEPULUH!”
Tanda permulaan menggaung
Hening yang menghanyutkan
Hanya suara langkah yang terdengar

Irama waktu bergema lewat ketukan kakinya yang membaur bersama
Waktu berkurang
Beban bertambah
Bagaikan jam pasir yang posisinya terbalik

Sudah ada di sana!
Sosok yang tak bisa kulihat dibalik tirai ini
Aku mendesak tubuhku ke dalam ilusi
Menahan pundakku yang semakin ke bawah

“Apa akan ketahuan?”
Aku melihat bayanganku yang semakin panjang
“Apa akan ketahuan?”
Tanganku menggenggam dadaku yang sesak

“Apa akan ketahuan?”
Aku bisa melihat bayangannya di balik tirai itu
“Apa akan ketahuan?”
Sekarang tirai telah terbuka

Tapi apa ini?
Aku yang membuka tirai itu
Sosok itu hanya berdiri di sana dengan senyum yang terpatri
Kulihat garis-garis dunia yang terhubung saat kubuka tirai itu

“Apa aku ketahuan?” “tidak”
Aku menemukanku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *