MAWAR YANG MENYANGKA DIRINYA RUMPUT

Karya: Amirah Al-Adawiyah

Aku tumbuh pelan,
di antara waktu yang sibuk melupakan,
tanpa tahu apakah mekarku layak disebut indah
atau hanya sekadar ada.

Kadang-kadang ada mata yang berhenti,
ada bisik yang terdengar seperti pujian,
tapi entah apa itu sungguh untukku
atau hanya lewat tanpa maksud.

Aku tak pernah yakin
kenapa aku punya warna,
kenapa harumku bertahan.
Bukankah itu hal yang dimiliki bunga sungguhan?

Mungkin aku cuma rumput
yang kebetulan tumbuh di tempat yang salah,
berbentuk mawar,
tapi tak merasa pantas disebut begitu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *