Karya: Fitri Andriani
Di dalam dada tersimpan luka yang membara
Seperti api yang membakar tanpa suara
Jiwa yang rapuh bagai kaca yang pecah
Meninggalkan serpihan di setiap langkah
Mata yang dulu berbinar kini redup
Tersembunyi di balik topeng yang terus tersenyum
Hati yang dahulu riang kini tertutup
Terkubur dalam kegelapan yang membayangi senyum
Pikiran berputar bagaikan angin topan
Menghancurkan kedamaian yang tersisa
Harapan layu seperti bunga di musim kemarau yang panjang
Meninggalkan kekosongan yang tak terperi
Namun di ujung lorong yang kelam ini
Masih ada secercah cahaya yang bersinar
Jiwa yang terluka dapat sembuh kembali
Seperti fajar yang datang setelah malam yang pekat dan kelam

Tinggalkan Balasan