EDELWEIS YANG TAK BERNAMA

Karya: Shalsa Badisyafitri

Kau bukan bunga yang tumbuh di lereng,

bukan yang dijaga dari tangan sembarangan.

Tapi kau hadir di dada yang lengang,

diam, setia, menunggu pulang.

Namamu tak harum seperti kisahnya,

tapi maknamu melekat lebih lama.

Bukan kelopak yang gugur karena waktu,

melainkan janji yang menetap di kalbu.

Kau tak kupetik, tak pula kupunya,

tapi kau tumbuh dari luka yang rela.

Di antara jarak yang tak bisa kutebus,

kau berdiri, tak gentar diterpa arus.

Kau bukan kenangan yang manis semata,

kau pelajaran dari hati yang dewasa.

Mengajarku tentang melepaskan,

tanpa benar-benar kehilangan.

Bersamamu, aku belajar diam,

menyulam arti dalam sunyi yang dalam.

Tak semua yang indah harus dimiliki,

tak semua yang hilang harus dicari.

Kau adalah edelweis yang tak tampak,

bertahan meski tak pernah dipeluk erat.

Tumbuh dalam hening yang sederhana,

tapi mencengkram kuat di dada.

Dan saat dunia berganti musim,

kau tetap ada, tak padam oleh rintik.

Karena bukan bentukmu yang abadi,

tapi arti yang tak pernah pergi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *