Karya: Nysa Shafitri Sari
Di sudut senja, aku menitipkan rindu pada angin
Yang gemetar mengetuk jendela tak bernama
Ia menyamar menjadi embun di kelopak pagi
Tapi tak ada yang pernah membaca isyaratnya
Segalanya tetap diam
Bak gelas kopi yang mendingin tanpa sapa
Atau kursi kayu yang tak lagi besandar pada tawa
Serta dinding bisu yang tak mampu menyampaikan cerita
Aku bertanya pada diam
Apakah semua perasaan harus punya rumah?
Atau bolehkan ia hanya menjadi awan yang menggantung tanpa janji untuk turun?
Dan rasaku?
Ia berjalan sendirian
Di antara jarak yang tak pernah selesai dikisahkan
Menyusuri jejak-jejak yang tak sempat menjadi pulang
Lalu malam pun datang
Bukan sebagai akhir
Tapi seperti pintu yang tak tahu harus ditutup atau dibiarkan terbuka
Dan pantaskah aku bertahan
Untuk pintu yang bahkan tak tahu ada aku di baliknya

Tinggalkan Balasan