Karya: Muhammad Yoda Panghurian
Pohon tua sunyi tak bertuan
daun kecil yang tak lagi hijau.
Ia gugur sebelum waktu tiba,
membisu dalam desir yang pilu.
Angin yang tidak terasa sejuk
hanya tanah yang diam menanti.
Namun dari bisik debu tak bersuara,
ia belajar arti kembali.
Dulu ia patah dari ranting,
terbuang dan tak bersuara,
hanya sunyi yang memeluk.
Kini ia tidur di pangku bumi,
menyulam ulang akar rahim.
Bukan karena ia tak sempurna,
tapi karena ia sedang diajar sunyi.
Bahwa yang retak pun bisa bermakna,
asal tak menyangkal diri sendiri.
Luruh bukan tanda akhir cerita,
kadang justru awal berbunga.
Sebab tak semua keindahan bersuara,
ada yang hanya bisa dirasa.

Tinggalkan Balasan