BUNGA DANDELION

Karya: Merry

Tersemat dalam pelukan kenangan,
bagai rintik sedu yang menari di tepian hati
Bayangmu menjelma angin halus,
menyelinap tanpa izin di lorong-lorong ingatan.

Oh Tuhan, mengapa aku yang pelupa ini,
tak mampu melupakan satu hal yang mengguncang jiwaku?
Seolah hatiku hanya ditakdirkan mengingat,
bukan melupakan.

Andai dunia berpihak kepadaku,
andai aku mampu memahami diriku,
dan andai rindu ini tak menjerat begitu dalam.

Harapku, segera hirap dalam ingatan,
layaknya dandelion yang rela melepas bagiannya pada angin,
terbang jauh, hingga namamu hanya menjadi debu,
yang tak lagi menemukan jalan pulang.

Palembang, 3 Maret 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *