KITA, YANG TAK PERNAH JADI KITA

Karya: M. Rasya Melandri

Aku… siapa aku?
Barangkali hanya jejak bisu
yang pernah singgah di ujung doamu—
cinta yang tumbuh diam-diam
di antara jeda yang tak kau rasa.

Pernah kukira cinta datang berkali-kali,
ringan, sederhana,
seperti angin sore yang mampir lalu pergi.
Tapi setelah hadirmu,
aku tahu:
ada rasa yang tinggal,
meski tak pernah menetap.

Bersamamu, aku tak sekadar jatuh cinta—
aku tenggelam dalam semesta
yang tak mengizinkan kita bernapas sebagai kita..

Kau adalah awal dari semua hal indah
yang tak pernah berujung pada “kita.”
Dan jika hidup ini adalah buku,
maka kau adalah bab terindah
yang harus kututup
tanpa pernah selesai kubaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *