PERISTIWA MALAM

Karya: Annisa Belta Rully

Semburat kecil bak setitik matahari terbenam
Berdiri rapuh diatas meja makanan rayap
Nyalanya bergoyang dipermainkan si semilir udara
yang melipir lewat sela dinding anyaman bambu tua

Seorang dara
Yang kelimpungan akan takdir tertulisnya
Menyiuk kasar di sudut ruangan sempit yang gelap buta
Sentir yang terembut-embut jadi penerangan tunggal visinya yang lelah
Imajinya berkelana melanglang buana
Mengasihani kemiskinan yang tak bisa ia pikul lagi beratnya
Tanpa peringatan di tengah libasan ironi
perutnya merongrong
Mendamba nasi yang sudah lama tak ia lihat lagi rupanya

Dalam kepahitan ia bersumpah
Atas nama ibu bapaknya di surga, kesusahan ini akan diakhirinya
Senyumnya menyala disulut api yang berhamburan hinggap
di gorden lusuh gubuk kecilnya
“ahh, beginikah rasa menghamburkan minyak tanah, sangat terang dan hangat” batin gadis itu bersuara
Dilingkupi kebahagiaan dan kepasrahan
Dara itu menutup matanya dari dunia yang membelakanginya
“ibu, ayah. Aku menyusulmu”

Tertanda Annisa Belta
Rabu, 23 februari 2022 pukul 10.10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *